*dari milis mubi

PENGANTAR:
Berikut adalah sebuah tulisan Bhante Pannyavaro yang saya terima langsung dari beliau pagi ini. Di kalangan para bhikkhu, tulisan ini sangat orisinal; di sini beliau mengontraskan antara “cara konvensional” dan “cara vipassana” untuk mengatasi si aku. Di dalam “cara vipassana”, orang tidak perlu menggunakan konsep ‘Anatta’ untuk melawan keakuan, tidak perlu ada keinginan untuk melenyapkan keakuan karena dianggap tidak sesuai dengan Dhamma (Ajaran). Yang “diperlukan” cukup perhatian terus-menerus, pengawasan secara pasif, terhadap keakuan setiap kali ia muncul. “Cara konvensional” tidak menghabiskan keakuan. “Cara vipassana” akan mengikis habis keakuan dengan menyadari ketidakkekalan keakuan. <Hudoyo> Baca entri selengkapnya »

kebenaran parsial

Desember 25, 2006

parsial, terbatas, terkondisi, bahkan ketika diletakkan pada hirarki pemikiran maka belum lah lengkap bila yang dianut tidak diletak kan di tempat tertinggi untuk menggenapi kebenaran yang agung.

contoh sederhana, melepaskan adalah metode tanpa-metode.

dua kubu di dunia spiritual

Desember 25, 2006

Di dunia spiritual ada dua kubu yang berseberangan mengenai guru.

Kubu pertama adalah guru mutlak diperlukan untuk menjamin pencerahan (sempurna) murid nya, dengan kemampuan adikodrati (supernatural) guru melindungi dari marabahaya, membimbing murid dalam perjalanan spiritualnya.

Di kubu lain, guru –dengan pengertian diatas– tidak perlu, untuk mencapai pembebasan mutlak tidak perlu jaminan seorang guru apa pun, singkatnya selama  orang untuk pembebasan nya bergantung kepada satu guru secara ekslusif, ia tidak mungkin mencapai pembebasan akhir.

Posting ini hanya untuk mengontraskan (mengkontraskan?) dua jalan di dunia spiritual serta untuk menjelaskan lebih lanjut perihal tanggung jawab guru di kubu pertama berkaitan dengan metode yang dipakai.

dua tipe guru

Desember 24, 2006

ada dua tipe guru yang hingga sekarang saya lihat, guru yang dapat melihat batin muridnya, melakukan pengawasan atas perkembangan muridnya, dengan kata lain menjadi induk bagi anaknya dan guru yang hanya menunjukkan jalan (minus melihat batin murid).

ketika sebuah metode dijalankan dan kapabilitas guru sebagai pembimbing mutlak tidak terpenuhi maka yang terjadi adalah kekonyolan belaka, sebuah fragmen lucu di satu keping waktu dan arus deras pembuktian keluar serta keringnya air di dalam diri.

setahu saya metode yang ditawarkan (dan sedang dijalani) adalah jalan licin penuh liku, jurang dan menuntut kesiapan murid serta tanggung jawab penuh yang dipikul oleh guru yang mengajarkan nya.

lalu bagaimana dengan guru yang hanya menjadi petunjuk jalan?, sebatas diskusi sudah cukup.

jiddu krishnamurti

Desember 20, 2006

kumpulan posting diskusi dan alih bahasa

the book of life (bahasa indonesia)

*dari mailing list yahoogroups milis-spiritual

*file jkrishnamurti.hlp berisi

- Tentang j krishnamurti

- Perjalanan hidup

- Artikel

- Dialog dengan David Bohm

- Faq